TikTok telah berkembang menjadi platform digital yang tidak hanya digemari oleh generasi muda, tetapi juga dimanfaatkan oleh brand untuk memperluas jangkauan pemasaran. Salah satu pertanyaan paling umum dari pemilik brand dan marketer adalah: “Berapa tarif iklan di TikTok?”
TikTok Ads sendiri dilaporkan memiliki algoritma yang kuat dan engagement tinggi, platform ini menjanjikan performa iklan yang kompetitif di antara media sosial lain seperti Instagram, Facebook, maupun X. Mari simak biaya iklannya di bawah ini!

Berapa Tarif Iklan di TikTok?
TikTok menawarkan beberapa format iklan, yang masing-masing memiliki struktur tarif dan karakteristik yang berbeda. Jika dirupiahkan, biaya iklan di TikTok bisa senilai Rp164.000 – Rp200.000 untuk 1.000 kali tayangan. Berikut jenis iklan TikTok beserta harganya:
-
In-Feed Ads
Iklan TikTok ini muncul secara organik saat penggunanya sedang melakukan kegiatan scrolling, jadi hampir mirip dengan konten TikTok dari kreator biasa. Pembedanya hanya ada pada label “Sponsored”. Biaya iklan di Tiktok ini harganya mulai dari Rp164.000 per CPM, tergantung pada nilai tukar dollar saat itu.
-
Top View Ads
Selain In-Feed Ads, ada juga Top View Ads yang muncul di paling atas saat membuka aplikasi. Meskipun seringkali di skip, iklan ini tetap berpeluang untuk menarik konsumen.
Karena exposure tinggi, tarifnya pun jauh lebih mahal dengan kisaran harga mulai dari 1 Milyar per hari di pasar global. Namun, angka ini bisa disesuaikan berdasarkan target regional Indonesia.
-
Branded Hashtag Challenge
TikTok Ads ini bisa membuat banyak konten kreator ikut serta meramaikan tagar dari brand. Adapun biaya kampanye ini bisa mencapai 2,4 Milyar selama 6 hari, termasuk promosi dan penempatan.
-
Branded Effect
Salah satu cara TikTok mempermudah brand untuk beriklan di media sosial adalah menciptakan filter khusus. Tarifnya dimulai sekitar Rp740.000.000 untuk efek yang tayang selama 10 hari. TikTok Ads jenis ini bisa menjadi “hal menarik” bagi audiens untuk ikut mencoba.
-
Spark Ads
Untuk jenis ads ini, berapa tarif iklan di TikTok? Tarifnya mirip dengan In-Feed Ads, hanya lebih unggul di social proof saja karena berasal dari akun asli. Biasanya pengiklan akan berusaha mempromosikan video dari konten kreator tertentu yang bekerja sama dengan brand.
Faktor yang Mempengaruhi Tarif Iklan TikTok
Banyak orang bertanya berapa tarif TikTok Ads karena biayanya memang tidak bersifat tetap. Ada beberapa variabel yang memengaruhi besarnya biaya yang harus dikeluarkan. Di antaranya adalah:
- Target audiens: Semakin spesifik dan kompetitif segmen pasar yang dituju, semakin tinggi biaya yang harus dibayar. Contoh, sebuah brand ingin menargetkan Gen Z di Jakarta, maka biayanya akan lebih mahal jika dibandingkan dengan Gen Z di kota kecil.
- Durasi: Waktu tayang juga berpengaruh pada besarnya anggaran. Namun jika iklan aktif dalam jangka waktu lama, misalnya beberapa minggu atau bulan, maka pengeluaran pun otomatis bertambah.
- Objektif: Tujuan kampanye (campaign objective) di TikTok Ads bisa berupa awareness (kesadaran), consideration (minat), atau conversion (aksi pembelian atau pendaftaran). Kampanye yang bertujuan mendapatkan conversion biasanya lebih mahal karena butuh strategi lebih kompleks seperti retargeting, lookalike audience, atau tracking pixel.
- Kreativitas konten: Tingkat keterlibatan pengguna juga dipengaruhi oleh seberapa menarik dan relevan konten iklan yang dibuat.
Menjawab pertanyaan “Berapa tarif iklan di TikTok?” tidak cukup dengan satu angka pasti. TikTok menyediakan berbagai jenis format iklan, yang masing-masing memiliki tarif dan fleksibilitas berbeda. Itulah mengapa sangat diperlukan tim ahli untuk mengelola iklan bisnis agar bisa menjangkau audiens.